Ringkasan Eksekutif
Pemilik properti di Gambir disarankan untuk menahan (hold) penjualan aset hingga operasional penuh MRT Fase 2A. Data Q4 2025 menunjukkan harga tanah di Gambir telah mengalami kenaikan +36,2% (QoQ) menjadi rata-rata Rp 50 Juta/m² akibat spekulasi positif terhadap progres MRT. Dengan progres konstruksi Stasiun Monas dan Thamrin yang mencapai 90,77% , area ini diproyeksikan mengalami kenaikan nilai aset tambahan sebesar 15-25% dalam 3 tahun ke depan, didorong oleh peningkatan fungsi Stasiun Gambir menjadi pusat integrasi kawasan Transit Oriented Development (TOD) Harmoni.
Banyak pemilik properti di Gambir, Petojo, dan Cideng merasa cemas. Narasi tentang "Jakarta ditinggal Ibu Kota" membuat sebagian orang berpikir untuk segera melikuidasi aset mereka sebelum harga jatuh.
Itu adalah kesalahan finansial terbesar yang bisa Anda lakukan di 2025.
Analisis mendalam kami menunjukkan bahwa Gambir sedang berada di ambang bull run (kenaikan tren) kedua, yang kali ini bukan didorong oleh status Ibu Kota, melainkan oleh revolusi infrastruktur transportasi: MRT Jakarta Fase 2A.
Fakta Data: Harga Sedang Menanjak, Bukan Turun
Abaikan rumor. Mari bicara data transaksi riil. Di kuartal keempat (Q4) 2025, saat isu kepindahan ASN memuncak, pasar properti Gambir justru mencatatkan performa gemilang:
- Kenaikan Harga: Melonjak 36,2% dibanding kuartal sebelumnya.
- Posisi Harga: Rata-rata harga tanah menyentuh Rp 50 Juta/m², jauh di atas area elit sekunder seperti Cempaka Putih (Rp 35 Juta/m²).
Kenaikan ini adalah anomali positif. Investor cerdas (smart money) sedang mengakumulasi aset di "Ring 1" karena mereka tahu apa yang akan terjadi selanjutnya: Konektivitas instan ke Selatan.
Efek "Jalur Emas" MRT Fase 2A (Thamrin - Kota)
Nilai properti di Gambir akan terkoreksi naik secara permanen berkat kehadiran tiga stasiun kunci yang membelah jantung Jakarta Pusat:
- Stasiun MRT Thamrin & Monas: Progres konstruksi paket CP201 ini telah tembus 90,77%. Ini berarti akses jalan kaki ke stasiun MRT bukan lagi mimpi, tapi realitas yang akan terjadi dalam hitungan bulan.
- Stasiun MRT Harmoni: Sebagai stasiun interchange (tukar moda), area sekitar Harmoni hingga Petojo akan berubah menjadi hub komersial terpadat. Progres fisik di segmen ini (CP202) sudah mencapai 60,2%.
Implikasi Investasi: Properti yang berjarak <800 meter dari stasiun-stasiun ini akan menikmati premium harga sewa dan jual tertinggi. Penghuni Gambir bisa bekerja di SCBD tanpa terjebak macet sama sekali.
Transformasi Stasiun Gambir: Hub TOD
Rencana Kementerian Perhubungan untuk mengubah Stasiun Gambir dalam hal melayani Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ), tidak jadi dilakukan.
Stasiun Gambir tetap melayani KAJJ dan akan ditambah dengan dijadikannya sebagai hub TOD. Inilah yang menjadikan Stasiun Gambir pusat mobilitas urban yang lebih cair dan high-frequency. Ini akan meningkatkan foot traffic (lalu lintas pejalan kaki) harian di sekitar Medan Merdeka Timur, menguntungkan pemilik ruko, ritel, dan bisnis F&B di sekitarnya karena karakter penumpangnya adalah pekerja komuter harian, bukan pelancong sesekali.
Strategi Pemilik Aset: Hold vs Sell
Jika Anda menjual sekarang, Anda menjual di harga "transisi". Jika Anda menahan 2-3 tahun lagi hingga MRT beroperasi penuh dan revitalisasi Monas sebagai "Central Park" Jakarta selesai , valuasi aset Anda berpotensi naik signifikan.
- Saran: Tahan aset Anda. Jika butuh cashflow, ubah fungsi bangunan tua menjadi kost eksklusif atau ruang usaha. Permintaan sewa di koridor MRT terbukti naik stabil 1,4% per tahun bahkan di masa sulit.
💡 Klik peta untuk melihat di Google Maps
Frequently Asked Questions
Konstruksi sipil stasiun Monas dan Thamrin sudah di atas 90% pada akhir 2025. Operasional bertahap ditargetkan mulai 2027, namun kenaikan harga properti biasanya terjadi sebelum peresmian (fase antisipasi).
Tidak ditutup, melainkan dijadikan multi fungsi. Stasiun Gambir tetap melayani Kereta Jarak Jauh dan menambahkan fungsi sebagai hub TOD untuk mobilitas dalam kota.
Data pasar Q4 2025 mencatat kenaikan signifikan sebesar 36,2% secara kuartalan (QoQ), membawa harga rata-rata tanah ke angka Rp 50 Juta per meter persegi.
Area Petojo Selatan, Kebon Kelapa, dan Cideng Timur. Kawasan ini berada dalam radius jalan kaki (walking distance) ke stasiun MRT Harmoni atau Monas, namun harga tanahnya saat ini masih relatif lebih rendah dibanding Jl. Medan Merdeka.
